MALAM MINGGU

Rencana sehabis maghrib saya pergi ke tempat kajian, biasa kajian kumpulan orang orang kaya, tetapi yang mau bersedekah lho, bukan orang kaya yang masih saja mengumpulkan hartanya untuk di simpan di dalam brangkas, kata mereka
itu bisa beranak kalau di simpat terus, kalau begitu siapa yang menghamili ya ? di perkosa sendiri kali, uang yang di simpan itu tidak akan bisa bertambah kalau kita tidak memberikan hak uang kita untuk anak yatim atau faikir miskin, nah kalau memang niatnya penge bertambah banyak lagi berikan saja 10% dari hasil yang kita dapat. Di jamin deh makin banyak kita memberi maka makin banyak juga kita menerima, siapa yang bilang, ini bukan sekedear orang bilang, tetapi ini janji Tuhan, menurutmu apakah Tuhan bisa ingkar janji, tahu sendirikan ? kalau mau menabung juga boleh tapi ingat sewajarnya, kalau kita hanya menabung di dunia tanpa menabung di akherat yang rugi kita sendiri nantinya, paling paling uang yang kita simpan akan terpakai buat hal hal yang tidak perlu, di rampok, kebakaran, atau mungkin untuk operasi jantung kita yang kian hari tidak normal gara gara memikirkan berapa jumlah uang yang kita simpan. Aduh capek deh mikirin uang meleulu, buat anda yang saat ini punya duit entah seribu, sepuluh ribu atau seratus ribu pokoknya jangan lupa ya sepuluh persennya, biar uang kita berkah baik di dunia maupun di akherat. Amin.

Kajian itu ternyata libur, kini giliran saya pergi ke sebuah tempat untuk mencari referensi tentang kisah cinta orang yang saya ajak bercerita, lumayan buat menambahi koleksi di buku cinta amburadol ini, saya senang sekali bisa pergi ke tempat ini pada malam hari, lampu lampunya yang indah membuat hari saya menjadi tenang dan nyaman, saya melihat ada segerombolan anak anak SMP yang dengan sepeda uniknya bisa menggayuhkan sepedanya, banyangkan saja sepeda buntut yang tidak ada ban depannya bisa berjalan dari rumahnya ke tempat itu, saya juga berusaha mengambil hati mereka dengan memujinya dan bertanya Tanya dengan mereka, mereka ternyata asyik lebih mudah bergaul ketimbang saya, mulai bertanya ngalor ngidul dan bercerita tentang dirinya masing masing, saya cukup kaget ketika mendengar ternyata diantara mereka ada yag suka taruhan dengan balap sepedanya, saya yang sangat membenci permainan judi itu berfikir, kecil saja suka main judi bagaimana kalau besar nantinya, tapi pada saat yang bersamaan saya tidak mungkin untuk melarang mereka, karena saya juga belum tahu dari karakter mereka masing masing, kebetulan waktu itu saya membawa uang dua puluh ribu, saya hanya mencoba utuk mengambil hati mereka saja, uang dua puluh ribu itu saya suruh salah satu dari mereka untuk beli es teh semua, dengan raut muka yang sangat gembira mereka segera berangkat ke warung. Cukup akrab saya dengan mereka karena mereka mengira kalau saya orang yang baik, padahal saya hanya ingin memanfaatkan suasana mereka saja agar mereka suatu saat tahu bahwa berjudi itu haram, dan merokok itu juga tidak baik, diantara anak anak itu banyak juga yang mulai merokok, saya hanya merasa kasihan saja kalau sampai sampai nanti mereka kehilangan cita citanya hanya karena ketidak tahuannya dari kecil, mana yang baik dan mana yang benar, ini semua harusnya menjadi tanggung jawab orang tuanya masing masing, saya juga tidak menyalahkan oraqng tuanya, tetapi bukti sudah jelas bahwa anak anak itu butuh perhatian khusus dari orang tuanya, setelah lama berkumpul saya pamit dengan mereka dan ingin menjalankan misi saya untuk mendapatkan kisah cinta dari orang yang baru saya kenal.

Melihat ada dua gadis yang masih imut imut saya mendatanginya, disana dia saya Tanya “ mbak dari mana, saya boleh Tanya Tanya apa tidak “ dengan agak malu dia menjawab “ boleh mas Tanya apa ya ? “ saya harus menjelaskan terlebih dahulu, begini mbak saya ini rencana mau menerbitkan buku, tetapi ya belum tahu bisa diterbitkan atau tidak, kalau saya tetap optimis buku saya bakal bisa terbit, nah buku saya itu menceritakan tentang kisah nyata dalam bercinta, cinta di sini maksudnya cinta yang amboradol, mungkin mbak pernah punya kisah cinta dengan pacarnya, atau mbak pernah jatuh cinta sama cowok atau gimana pokoknya terserah mbak saja lah, kurang lebih seperti itu saya menjelaskan. “ emm maaf mas saya masih SMP kelas 2 saya juga belum pernah pacaran kok, saya juga masih malu missal harus menceritakan kisah cinta saya hehe ” jawaban yang memuaskan saya, karena saya kaget jika dia mengatakan saya sudah pacaran lebih dari seribu kali, la emangnya pacaran sama kambing. Jam yang sudah malam membuat gadis itu untuk pamit pulang, okelah kalau begitu, hati hati ya di jalan. Misi pertama saya gagal tetapi lihat saja untuk misi yang ke dua maka aku harus berhasil berhasil hore.

Pulang dari tempat itu saya mampir ke warung Mie ayam, biasa makanan ke sukaan saya kalau mulut lagi pahit, sambil berdiskusi dengan penjualnya, saya kaget banget ketika dia memanggil anaknya yag disuruh bantuin untuk membuat es teh, anaknya ternyata adalah teman saya kulyah, bertemu dengan orangnya menurut say biasa saja, tetapi yang membuat saya heran anak penjual mie ayam kulyah di kampus saya, kalau begitu penghasilan bapak yang jualan mie ayam ini satu bulan berapa ya ? luar biasa, salut deh buat yang jualan mie ayam, nah itulah sebenarnya kehebatan dari berwirausaha biar keren saya sebut saja entrepreneur saja ya, mulai dari jaman nabi dulu rata rata semua sahabat yang di jamin masuk surga berprofesi pedagang atau berwirausaha, jangan di salah artikan lho, kalau kita berdagang maka masuk surga, bukan itu maksud saya, maksudnya contoh saja nabi dan para sahabatnya yang memulai bisnisnya untuk berwirausaha, jangan seperti orang Indonesia yang katanya sukses dan berhasil setelah menjadi pegawai negeri, bekerja di kantor, memakai jas dan dasi, pengembala kambing pun aslinya bisa kok memakai jas dan dasinya Cuma dia tidak ingin sombong seperti para pejabat yang duduk di kursi panas lengkap dengan jas dan dasinya. Ternyata orang orang pengusaha baik ya, tidak sombong, rajin menabung, rela berkorban, tidak mudah putus asa, hutangnya banyak, eh maaf salah yang hutangnya banyak, saya maksudnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar