AKU JADI MALU


          Kisah nyata ini saya petik dari teman saya yang kulyah di universitasnya berbeda dengan saya, namanya Ida, dia wanita kelahiran Semarang 22 agustus 1990, saya tahu kelahirannya karena saya lihat di buku kenang kenangan waktu seminar, orangnya cukup berani dalam menyampaikan pendapat, malam itu saya bingung tidak punya pekerjaan, mau apa-apa juga males,
hanya bengong tiduran di kasur, saya melihat lemari disebelah saya yang sudah cukup berantakan, ini membuat saya membuka kembali buku kenangan seminar yang pada waktu itu di lemari itu juga, saya buka-buka lumayan sebagai obat penawar kangen dengan teman-teman lama, saya SMS saja Ida, awalnya berniat ngerjain tetapi malah dia sudah menyimpan Hp saya, maklum waktu seminar itu saya memang agak terkenal dengan ulah nyleneh saya, jadi membuat peserta banyak yang kenal dengan saya, padahal saya tidak mengenal mereka, cie sok terkenal nie. Lewat bertanya tentang kabar, tentang kulyahnya saya juga menenyakan tentang penerbit, karena saya sangat berharap banget buku ini bisa terbit, Ida juga sempat saya ceritakan tentang buku saya ini, terus dia bilang I like this, saya tidak tahu apa itu artinya, karena saya sebenarnya orang yang tidak begitu suka dengan bahasa inggris, meskipun saya harus pasrah dengan nilai mata kulyah bahsa inggris yang dengan terpaksa harus dapat A setiap semesterannya. Saya juga bingung kenapa bisa dapat A padahal saya tidak menyukainya. Saya orang yang tergolong cinta akan Indonesia bisa di bilang 111%, itu saya nulisnya bener jangan di kira salah, jadi saya lebih suka memakai bahasa Negara saya sendiri meskipun Negara telah mengakui kalau bahasa inggris adalah bahasa dunia, pokoknya saya tidak peduli saya juga tidak menyalahkan mereka yang suka bahasa inggris, tetapi saya dulu pernah dengar di berita televise, bapak presiden Indonesia yang sudah mati dan masih banyak hutangnya siapa lagi kalau tidak soeharto, dia memerintahkan negaranya untuk tidak memakai slogan dengan tulisan inggris, barang siapa yang masih menggunakan maka akan di denda berapa juta saya tidak tahu, itu juga sebagai perwujudan sumpah pemudakan, yang katanya berbahasa satu bahasa Indonesia, harusnya setiap kata, setiap ucapan setiap tulisan harusnya cukup saja dengan bahasa Indonesia, tidak usah yang neko-neko deh, atau dengan memakai bahasa jawa dan juga bahsa sunda kan malah kelihatan cintanya terhadap Negara kelahiran. Ini lho salahnya aku suka kemana-mana kalau di suruh berkomentar. Kembali ke Ida tadi ya ? dia bersedia kisah cintanya saya tulis di buku ini, yang katanya semenjak dia di cintai cowoknya, Ida tidak pernah merasa ada rasa sama sekali, tetapi si cowok itu ngebet banget, Ida bilangnya cuek cuek aja sama sifat itu cowok, karena memang tidak ada rasa suka, Ida juga sudah mendeklarasikan ini artinya apa saya tidak paham, kalau ingin paham bias kok saya tanyakan sama Ida, yang jelas dia mendeklarasikan untuk tidak mencintai itu cowok, eeeeeee malah sekarang jadi Cinta, aku jadi malu, itu kata Ida yang terakhir sebelum kami menyudahi sms. Atau jangan-jangan masih banyak Ida yang lain disana, saya cari aja deh ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar