BLONDROK


           Namanya Ana, cewek kelahiran Pekalongan ini tergolong pilih-pilih selera jika harus perpacaran, buat dia pacar adalah kehidupan ekonominya, orangnya memang cantik juga pintar merayu, saya juga pernah dekat kok dengannya, tetapi hanya sebatas di perkuliahan atau dalam mengerjakan tugas kelompok. Saya cukup paham akan sifat Ana yang begitu metrealistis, katanya wajar,
sebagai seorang wanita itu di ciptakan dengan kecenderungan mencintai hiasan-hiasan atau harta, kalau saya bisa setuju, tetapi juga bisa tidak setuju karena tidak semua wanita matrealistis kok, bener gak ? setau saya dunia ini itu hiasan dan hiasan dunia ini adalah wanita sholehah, tapi kalau saya salah ya maaf. Ana pacaran sudah hampir tujuh kali yang saya ingat, dia pernah pacaran sama teman saya namanya Prio, biasa cewek seperti Ana pastinya hanya mengincar harta Prio tetapi cowok seperti Prio juga tidak peduli karena dia juga hanya melihat kecantikan Ana. Saya cukup heran melihat Prio yang tiap hari harus kodol uang buat Ana, entah pengen beli boneka, beli Hp, beli Tas, sepatu dan lain-lain semua makanan juga pernah dia minta mulai dari Nasi pecel hingga Nasi Holiwod, memangnya ada nasi Holiwod, ada atuh neng ? coba saja beli ke Holiwod nanti pasti ada kok nasi Holiwod kalau tidak ada di masak di sana saja bawa beras sendiri. Bayangkan saja sehari ada uang tujuh ratus ribu kalau sudah bersama Ana harus siap habis di lahapnya, Prio yang bosan dengan sifat Ana kini harus menerima sakit hatinya ketika dia tidak bersedia membelikan baju buat Ana, nah pada saat itu Ana mengancamnya akan di putus, ternyata malah di putus beneran. Satu minggu kemudian Ana sudah punya cowok lagi, namanya Dedy anak tunggal dari ayahnya direktur bank. Permainan Ana juga sama persis yang dilakukannya sama Prio, kisah mereka tidak jauh berbeda tetapi Dedy bisa bertahan lebih lama di banding Prio, tetapi ya siapa yang kuat kalau harus bermain uang dengan Ana. Tujuh orang yang di ceritakanpun juga sama kok, Ya Tuhan tobat tobat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar