Sebuah
kisah nyata dari tetangga saya, namanya Gepeng, dia harus mengadu
nasibnya di Kalimantan, tidak untuk mencari harta karun peninggalan
nenek moyang, tetapi di sana
dia berusaha keras untuk medapatkan pekerjaan. Setelah lama tinggal di
sana, dia lebih menikmati masa kerjanya dengan menjadi tukang batu,
pekerjaan yang cukup berat tetapi juga cukup menjanjikan,
dua tahun di
sana, Gepeng jatuh cinta dengan seorang wanita darah Kalimantan,
orangnya cantik, putih tetapi peradaban disana yang membuat wanita itu
cukup keras dalam bertindak, itu semua tidak menjadi masalah buat
Gepeng, orang jawa yang memiliki sifat halus ini sangat yakin dengan
kelembutannya suatu saat akan bisa merubah sifat wanita itu menjadi
lembut. Kenyataannya memang seperti itu, setelah dua tahun berpacaran
wanita itu lama kelamaan mulai merubah sifat sifatnya. Kecocokan satu
sama lain yang membuat mereka bersedia bertunangan. Hari raya natal
tiba, membuat Gepeng harus pulang ke jawa untuk merayakannya bersama
keluarga, kepulangan Gepeng juga tidak lepas meninggalkan janji untuk
wanita Kalimantan bahwa dia akan segera kembali, dan mengajaknya pulang
ke jawa untuk menikah, dua tahun Gepeng tidak kunjung datang ke
Kalimantan, karena dia sudah punya satu anak di jawa, ternyata Gepeng
menghianati cinta wanita Kalimantan itu, kehidupan ekonomi Gepeng yang
kurang baik membuatnya untuk berniat kembali mencari kerja di
kalimantan, kemudian dia kembali mencari jejak wanita Kalimantan itu
untuk dijadikan pijakan awal tempat yang dia tuju, sesampai disana
Gepeng menceritakan apa yang sudah dilakukannya di pulau jawa, tetapi
bukan pekerjaan yang akhirnya Gepeng dapatkan, melainkan kemaluannya
harus segera di potong oleh kepala suku di sana, katanya karena berani
menghianati wanita Kalimantan itu, Gepeng Gepeng !! makanya jangan sok
jago, ya sudah burungnya di relakan saja, nanti juga bisa diganti dengan
burung camar atau merpati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar