BU GURU
Kisah
Rifai ini juga cukup keren, dia belajar dari cinta kurang ajarnya,
cintanya kepada cewek cewek yang seusianya sudah sering dilakukakan,
putus ganti lagi, putus ganti lagi, putus ganti lagi, ibarat pakaian ya
dicuci kering terus di pakai lagi. Kali ini dia terperngkap disalah satu
sekolahnya SMK yang kedatangan guru matematika yang masih muda dan
cantik, cantiknya seperti apa, kurang lebih seperti orang cantik lah. Bu
Lisa namanya, dia yang akan menggantikan Bu Syafaati yang di terima
sebagai PNS, itulah Negara kita yang terkadang guru gurunya tidak tulus
terhadap apa yang disampaikannya, hanya karena gaji yang lebih besar
terlebih di iming imingi pensiun saat usia tua dan meninggal, maka
dengan suka rela Bu Syafaati meninggalkan sekolah lamanya.
Bu
Lisa yang masih single dengan wajah yang cantik dan muda ini dalam
mengajar sangat asyik, begitu dekat dengan siswanya, terlebih anak anak
di SMK memang sedikit siswinya, pada saat itu jurusan yang Rifai ambil
adalah tekhnik mesin, dengan gayanya yang lembut dan perhatiannya yang
tulus membuat hati Rifai terkagum kagum dengannya, Rifai saat itu juga
merasakan jatuh cintanya kepada seorang guru matematikanya sendiri,
kurang lebih tiga bulan Bu Lisa mengajar di SMK, Rifai dengan berbagai
cara berusaha untuk mendekati guru matematika itu, mulai dengan gayanya
yang sok kritis, dan datang kerumahnya untuk les tambahan serta
memberikan kado saat ulang tahun, juga belajar mati matian agar tidak
terlihat murid bodoh ketika ada Bu Lisa, betapa terkejutnya setelah dia
mengetahui bahwa Bu Lisa diam diam sudah bertunangan dengan salah
seorang Photo grafer di daerahnya. Bahkan tinggal satu bulan lagi beliau
menikah, parahnya lagi upacara pernikahan itu di laksanakan di SMK dan
harus di meriahkan oleh siswa siswinya sendiri, betapa sakitnya hati
Rifai yang saat itu tidak bisa menemukan ciontanya, dan kini dia hanya
bisa berkata “ aku tak bisa untuk mencintai, aku tak bisa untuk di
cintai, aku tak bisa mengatakan aku jatuh cinta ” mirip lagu ya ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar