Cinta
memang dahsyat kehadirannya, andai matahari mencintai hujan pasti dia
rela untuk tidak keluar setiap pagi tetapi sayang matahari lebih
mencintai mahluk di bumi sehingga dia harus repot-repot menyinarinya
tanpa mengharap kembali apa yang kelak dia terima dan itu semua karena
cinta dan ketaatannya pada Tuhannya. Ini juga kisah nyata hanya dengan
kata-kata hanya dengan tulisan dan hanya dengan bisikan tetapi cinta
bisa datang, bisa hadir bahkan bisa menghayutkan, kalau sudah
menghanyutkan tenggelam kalau sudah tenggelam wassalam deh.
Suasana
siang yang begitu panas dengan hadirnya sinar matahari di tengah terik
awan yang merah yang menambahkan silaunya penglihatan, seorang laki laki
20 th menuju tempat peribadatan atau yang dikenal dengan Masjid, yang
didalamnya akan menghilangkan rasa panas dan akan membawakan kesejukan
disaat membasuhkan air ketelapak tangan, menjadi segar ketika berkumur
dan menjadikan wajah yang berseri ketika dibasuhkan kewajah yang tadinya
penuh dengan kegundahan, hingga berakhir dengan kesucian yang diakhiri
basuhan dikaki dan ditutup dengan do’a..disinilah laki laki itu
bermunajat untuk mengabdi kepada Tuhan bertambah nikmat ketika harum
wewangian yang dikeluarkan dan disebarkan dengan empat Ac yang ada
didalamnya seakan membawa rasa lebih dekatannya dengan Tuhan..
Di
kampus Biru inilah lelaki 19 tahun mencari ilmu dengan mengambil
Fakultas ilmu komputer. Lelaki yang demen mencari dan menjajaki dunia
maya itu segera memulai aksinya ketika ia sudah menyelesaikan tugas dari
kampus Biru dan tugasnya untuk mengabdi kepada Tuhan ia bergegas pergi
ke Warung Internet dimana didalamnya akan dimanjakan dengan berbagai
fasilitas untuk bermain Internet,disinilah lelaki itu menyegerakan
dirinya untuk becuap-cuap dengan menggunakan sebuah progam yang sudah
lama ada “Mirc” atau biasa disebut Chating, namanya Restue nickname yang
dia gunakan juga tidak jauh berbeda dengan namanya.
Restue_boys : hai
Ce_16_mencari_sahabat :hai juga
Restue_boys : asal
Ce_16_mencari_sahabat :bogor, kamu
Restue_boys : Semarang, mau aku critain tentang sahabat aku gak.?
Restue_boys : Kamu ada Facebook gak, nanti aku critain.tentang sahabat aku
Ce_16_mencari_sahabat : ya mau mau, aku ada facebook kok, add aku yah.
Ce_16_mencari_sahabat : tOpgirl_luttu@yahoo.com
Restue_boys : ini facebook aku restue_poleng@yahoo.com
Restue_boys : sebentar ya habis ini kita sambung lagi, mau lihat Fb kamu dulu..
Ce_16_mencari_sahabat : ya.
Restue_boys : sekolah di mana, kelas berapa ?
Reatue_boys : alllooowwww kok gak dibalas
Restue_boys : haiiiiii…….jadi gak critanya.
Ce_16_mencari_sahabat : Aku kelas 3 smp bogor,
Ce_16_mencari_sahabat : maaf ya lama aku sibuk banget..
Restue_boys : ya gak apa apa, oiy tahu insan kamil
Ce_16_mencari_sahabat : ya aku tahu..
Restue_boys : aku ada temen disitu..
Ce_16_mencari_sahabat : maaf ya aku dah mau pulang ni.
Ce_16_mencari_sahabat : ceritanya lewat facebook saja ya.
Restue_boys : ooo..kalau misalkan lewat sms gimana.
Ce_16_mencari_sahabat : ya sudah gak apa apa.
Restue_boys : ni no aku 085640954777 oiya namanya siapa
Ce_16_mencari_sahabat : panggil aja Dian..itu nama belakang aku..
Restue_boys : no-nya..
Ce_16_mencari_sahabat : 085710909
Ce_16_mencari_sahabat : maaf salah 085710509911
Restue_boys : ya sudah terimaksih ya, hati hati dijalan..
Ce_16_mencari_sahabat : ya aku hati hati..
Beselang beberapa menit ada sms masuk ke hp restue
“assalamualaikum.wr.wb ini no yang mau curhat sama aku apa gak..?”
Restue membalasnya
“ya ni aku restue, yang mau cerita sama kamu, critanya nanti malam ja ya…!!”
Beberapa menit ada balasan ke hp Restue.
“ya insyaallah, aku tunggu ya .?”
Lelaki itu
tengah asyik berdiam diri dihadapan monitor sambil membuka kembali
Facebook perempuan tadi, dia tampak seperti wanita biasa karena tidak
mengenakan jilbab dan menutup auratnya, karena Restue menganggap bahwa
setiap wanita yang menggunakan jilbab ialah wanita yang luar biasa
meskipun kenyataannya tidak semua..tetapi benak Restue berkata lain
melihat dari hasil foto-foto yang lain ada salah satu wajah yang
menampakkan aura keimanan
pada perempuan tadi, wajah yang bersinar putih bersih itulah yang
membawa khayalan ke atas langit, waktupun terus bejalan hingga tak
sadarkan diri sudah 2 jam Restue bermain di warnet, Dia bergegas pulang
karena takut bayarnya kemahalan.
..
Pendekatan
Malam
yang penuh dengan rasa kelelahan yang sudah disibukan dengan tanggung
jawabnya sebagai mahasiswa kampus biru, Restue teringat akan sebuah
janji yang harus di ceritakan dengan Dian di waktu chating, karena rasa kelelahannya diapun cukup minta maaf dan memberi inti dari cerita tentang sahabatnya..
“
Assalamualaikum maaf mengganggu, ceritanya lain kali saja ya, pokoknya
aku beri intinya saja, klo sahabat aku itu pisah karena dia sudah
meninggal, dipanggil sama Tuhan ”
Balasan masuk ke hp restue.
“ Waalaikumsalam wr.wb kamu gak ganggu kok, yang sabar ya, semoga sahabat kamu diterima disisi Tuhan amin. ”
Pagi
yang cerah, hari minggu yang tengah orang sedang sibuk mencari hiburan,
sedangkan Restue hanya berdiam diri dalam tempat tinggalnya, terkadang
selalu dia sibukkan dengan membaca buku, tidak lama kemudian dia ingat
lagi dengan Dian, sekitar pukul 08.20 Restue menelpon
Dian, dalam benaknya berkata mumpung jam segini masih murah.” Maha suci
Tuhan ” ketika Dian ditelpon dia ternyata selesai pulang kulyah subuh,
dan segera persiapan untuk mengikuti tablik akbar yang ada di Insan
Kamil Bogor.
Mendengar perkataan itu Restue kagum dengan keimanan Dian. Restue baru
mengetahui kalau di facebooknya dia tidak memaki jilbab disebabkan
facebook Dian sudah lama dibuatnya, ingin menggantinya tetapi gagal dan
sedikit waktu untuk bermain didunia maya tersebut. Restue semakin
membodohi tentang apa itu keimanan karena dia ingin menemukan hal yang
berbeda yang kelak akan dia dapatkan. Karena keterbatasan waktu, Dian
juga ingin segera keluar teleponpun dihentikan.
Hari
minggu yang sudah ditetapkan Restue untuk mengikuti rapat di organisasi
dalam kampus. Pukul 13.00 ada sms masuk di hp Restue.
“ Assalamualaikum kak aku kesasar dari tempat aku tablik akbar tadi, kak dah sholat dah makan lom ”
Seakan kata-kata dalam pesan tadi menandakan keakrabran yang sudah bejalan lama, Restue membalasnya
”
Waalaikumsalam.wr.wb oh kesasar kalau begitu kamu Tanya dulu saja sama
orang orang yang bisa kamu percaya dan jangan bertanya kesembarang
orang, jalan mana yang harus kamu lalui atau paling tidak kamu telphon
bapak atau keluarga kamu ”
Malam penuh dengan keindahan hadir ketika Restue sedang sibuk mencari ilmu diperkuliahannya, hingga harus pulang pada malam hari, sampai dirumah Restue ingat dengan Dian lagi, timbul keinginannya untuk sms-an,
Dian memanggil kakak maka Restue memanggil dengan sebutan sebaliknya “
Dik “ itulah sapaan yang semakin lama kian melekat dan terbiasa
“Assalamualaikum, Dik lagi apa ? aku mau cerita, ada waktu apa gak, maaf mengganggu”
Suasana
semakin larut dalam kegelapan, matapun perlahan menyempit, hembusan
nafas yang diberikan Tuhan terus berhembus, heninganya malam semakin
indah dengan iringan dingin angin sepoi-sepoi, semakin menenangkan dan membawa kedalam mimpi dan kenyataan.
Malam
Lihat itu ada bulan, lihat itu ada bintang
Lihatlah matahari menyembunyi
Kemana matahari itu ?
dia hanya menyembunyi
Kuasa-Nya yang menorehkannya
Kuasa-Nya yang menuliskannya
Sepi malam ini begitu sepi
Suara angin itu meramaikanku
Indah malam itu indah
Indahnya malam adalah kesunyian
Malam terlalu jujur
Malam terlalu terus terang
Mungkinkah kau akan aku jumpai lagi
Atau hanya satu malam ini saja
Jika kau pergi, kemana kau pergi
Segera mungkin kau pergi, kapan kau kembali
Amanah besar larut di kemalaman
Derajat tinggi larut di kemalaman
Kini aku tahu, kalau kaulah bersama-Nya
Agar aku sujud di hadapan-Nya
Hp Restue berbunyI, ada pesan yang masuk dari Dik.
” Waalaikumsalam wr.wb kak maaf, tadi aku lagi ada sahabatku, kakak mau cerita apa, kakak gak ganggu kok ”
Terbangun
dan kaget dengan tidurnya yang sudah berada dalam pertengahan mimpinya,
tetapi apa yang membuat dia menjadi aneh saat dia menerima sms dari Dik
tiba-tiba saja rasa kantuk itu lenyap dan hilang begitu saja, kini dia
memulai jemarinya memencet tombol hp untuk membalas sms dari Dik
“ ya sudah, di hargai itu sahabatnya jangan malah ditinggal smsan, aku gak muu ganggu”
Balasan dari Dik.
“ gak kakak gak ganggu kok, sahabat aku sudah pulang, kakak mau cerita apa ?”
Restue membangunkan Tubuh yang awalnya tertidur tanpa menunggu lama guna mencari sesuatu apa yang ada pada diri perempuan itu..
” aku mau tanya sebenaranya islam itu apa, kenapa harus ada beberapa aliran-aliran yang muncul mengatas namakan islam”
balasan dari Dik.
” islam itu yang bener hanya satu yang ada dijalan Allah, dan aliran-aliran yang baru muncul itu yang kadang membuat aku sedih”
Laki laki itu berbalik Tanya.
” sedih kenapa ?”
Jawaban yang indah dari perempuan yang akan Cintanya kepada Islam dan Rosulnya..
” aku sedih karena islam telah di kotori, seakan-akan nabi Muhammad telah dinjak injak ”
Tidak
tahu kenapa sms kami akhirnya sampai ke persoalan yang saat itu sedang
marak-maraknya, kasus monas pada hari pancasila dimana ada salah satu
jamaah yang menggunakan label Islam telah mengobrak-ngabrik demo yang di
gelar oleh pembela pancasila, kalau dari Dik sangat mendukung dengan
apa yang dilakukan oleh jama’ah tersebut, hingga akhirnya dia meminta
Restue untuk menelponnya.
” kak bagaiman kalau kakak telpon aku saja, aku takut salah menjelaskannya lewat sms ”
karena biaya telphon pukul itu cukup mahal kemudian Restue sms balik.
“ bagaimana kalau telephonnya nanti malam saja, pulsa aku sudah tipis ”
Segera Dik membalas sms Restue.
“ ya sudah gak apa apa aku tunggu ya ”
Keheningan Malam
Inilah
malam, bagaimana malam mengajak manusia untuk bertafakur, bagaimana
malam mengajak manusia untuk merenungi tentang hakikat kehidupan, malam
mengajak manusia memohon ampun dan harapan, malam mengajak manusia bahwa
mereka itu sangat kecil tak berdaya, malam mengajarkan manusia
bagaimana waktu begitu luar biasa memutar roda kehidupan dari ada
menjadi tiada, malam mengajarkan kita bersimpu supaya kesulitan yang
kita alami tidak di alami oleh anak cucu kita. Bangun dari mimpinya
”oiya aku sudah berjanji menelephon Dik pukul 02.00 WIB ” Segera Restue
mengambil hpnya, telephon mulai dihubungkan.
Tut…….Tut……. Tut…Haloo Assalamualaikum ?
Suara bantal karena
baru bangun tidur, dalam pembicaraannya mereka langsung memfokuskan
tentang jama’ah islam yang tadi dibahas di sms, dimana seperti apa yang
telah terjadi tadi, yang mana Dik begitu bangga terhadap jama’ah
tersebut, yang semena-mena membawa nama islam, tetapi dengan kekerasan
yang begitu liar, apakah jihat di Indonesia harus dengan seperti itu,
Sedangkan Restue yang saat ingin mengkritisi apa yang sebenarnya jama’ah
islam lakukan, terus terang restue sangat tidak suka dengan cara
kekerasan yang dilakukan kepada masyarakat awam, yang terjadi di Monas
bukan sepenuhnya dari mereka adalah pembela aliran ahmadiyah, buktinya
banyak perempuan-perempuan yang lemah anak-anak kecil yang tidak paham
akan aliran-aliran islam yang muncul juga turut di tindas, dibantai
bahkan dipukul hingga becucuran darah dan banyak anak kecil yang tidak
berdosa yang menjadi korban hingga mereka cacat mental,
Ataghfirullahaladzim, padahal kalau kita lihat Rosulullah Saw yang
begitu sabarnya dengan cercaan dan siksaan orang-orang kafir, tetapi
kenapa kita umatnya tidak bisa untuk menirunya, lagian Nabi Muhammad Saw
juga memiliki sifat fathonah dimana beliau menggunakan kecerdasannya
untuk bertindak,bukan semena- mena melakukan kekerasan.
Angin
malampun semakin bersemi hingga membawakan kelalaian akan sesuatu. Dari
situlah seakan ada hal lain yang membuat keakraban pada mereka, seakan
keheningan tengah malam yang menyelimuti omongan mereka beranjak
keberbagai persoalan tentang keislaman, Restue mencoba untuk tidak
mengetahui apa itu islam sebenarnya, Dia mencoba membodohi dan selalu
membuat bermacam-macam
pertanyaan untuk Dik. Jawaban sangat logis dan di dasari dengan ilmu
yang telah didapat seakan membawakan karunia untuk Restue, hingga air
mata kesedihan mengalir, seakan dia telah didekatkan Tuhan dengan
perempuan yang dia idam-idamkan untuk ibadah kepada Tuhan, dari omongan
tengah malam inilah Restue semakin mengenal siapa perempuan itu, saat
itu juga Restue mulai ada niatan untuk tidak membuang sia-sia
persahabatan yang telah Dia dapatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar