Kisah
ini saya dapatkan dari guru ngaji saya waktu di tanah kelahiran saya
dulu, Dengerin saja cerita ini, eh dibaca maksudnya, Disebuah desa
kokondao yang rata-rata masyarakatnya ramah tamah dan pekerja keras
akhir-akhir ini sering dikejutkan dengan hal-hal yang aneh, karena
disebuah lapangan yang berdekatan dengan kuburan itu sering bermunculan
setan yang bentuknya persis dengan jari jempol tetapi
jari tersebut sangat mengerikan bentuknya juga besar.
jari tersebut sangat mengerikan bentuknya juga besar.
Ketika ada kakek-kakek yang
pulang dari nonton pertunjukan wayang di tetangga sebelah,kakek tersebut
pulang harus melewati lapangan yang dekat dengan kuburan itu, seperti
biasa hantu jempol itu akan mengganggu siapa saja yang lewat di daerah
tersebut lebih dari jam 10 malam. Suara aneh terdengar oleh kakek
itu,hiiiiiiiii hiiiiiiiii hiiiiiiiii “ kakek itu langsung kaget dan
berteriak “ siapa yang bicara ” suara itu malah terdengar semakin keras
ketika kakek bersuara,tiba tiba langsung muncul ke depan wajah kakek
itu, sebuah jari jempol yang menyeramkan, membuat kakek jantungan,
akhirnya si kakek langsung lari terbirit-birit, sampai dirumah dengan
keadaan basah kuyup pada celananya.
Waktu pagi tiba kakek itu langsung
bercerita dengan warga, tetapi warga merasa dibohongi dengan cerita
kakek yang sudah tua dan sudah mulai sedikit pikun. Kejadian yang sama
terjadi lagi, setan jempol kembali menghantui pemuda yang habis bekerja
malam dan pulang lebih dari jam 10, pemuda yang sedang lewat dengan
membawa bungkusan ditangan kanannya, tetapi bungkusan itu tiba-tiba saja
ditarik hingga isi yang ada di dalam tumpah dan tumpahan itu langsung
di lempar-lempar sama setan jempol tersebut, pemuda yang habis bekerja
tadi langsung lari karena ketakutan melihat wajah hantu jempol yang
sangat menyeramkan.
Pagi harinya pemuda itu bercerita kepada warga dan
akhirnya warga mulai percaya dengan apa yang telah diceritakan kakek dan
pemuda itu. Pada saat itu juga semua warga sepakat akan mengusir setan
jompol yang sering meresahkan mereka.
Pada malam harinya, datang bapak
kiai, paranormal dan dukun mereka bertiga mencoba untuk mengalahkan
setan jempol. Pertama di mulai dari dukun yang membacakan mantra “ wes
ewes ewes bablas setane ” dan langsung disemburkan kearah setan jempol
tersebut tetapi setan itu malah bertambah menjadi banyak dan bahkan
sangat banyak, mbah dukun akhirnya menyerah juga. Kemudian dilanjutkan
oleh paranormal yang sudah siap
menangkap setan jempol dengan botolnya, sekuat tenaga bapak paranormal
memasukan setan tersebut kedalam botol yang dipegang ditangan kanannya,”
hoi setan jempol masuk lah kau kedalam botol ini ” akhirnya setan
jempol itu masuk kedalam botol dan warga merasa lega, namun beberapa
saat kemudian botol tersebut langsung pecah dan percikannya melukai
tubuh paranormal itu hingga mengeluarkan darah. Giliran pak kiai tiba,
wajah yang tenangnya mulai menuju ke arah setan jempol, tetapi hal yang
unik terjadi,setan jempol tersebut malah menjadi tambah banyak bahkan
sangat banyak, pak kiai yang makin khawatir langsung melemparkan tasbih
ke arah setan jempol itu tetapi malah kemarahannya memuncak hingga warga
menjadi ketakutan dan lari kerumahnya masing masing. pak kiai, para
normal, mbah dukun sudah tidak menyanggupi lagi penangkapan setan itu
dan mereka menyerah. Datang anak kecil menuju rumah bapak kiai, mbah
dukun dan para normal yang tadi malam habis perang melawan
setan jempol, keinginan anak kecil itu adalah mengalahkan hantu jempol
tersebut dan dia berjanji akan mengusirnya dari kampung.
Tetapi
tanggapan pak kiai, paranormal dan mbah dukun menyepelekan anak kecil
itu, mereka seakan meremehkan anak kecil itu. Semua warga penasaran apa
yang akan dilakukan oleh anak itu, warga juga berfikiran anak itu tidak
akan berhasil mengalahkan hantu tersebut karena orang orang yang ahli
saja tidak bisa apa lagi anak kecil, tetapi anak kecil itu cuek dengan
semua kata-kata yang keluar dari pak kiai, para normal, mbah dukun dan
warga tsb. “ Hai setan jempol keluar kalian aku mau menantangmu “ kata
anak kecil itu dengan lantang, tak lama kemudia hantu itu muncul, “
panggil teman-temanmu yang lain, kumpulkan semuanya ” kedatangan setan
jempol semakin bertambah banyak ketika anak kecil tadi menyuruh setan
jempol untuk memanggil teman temannya. pak kiai yang ada disana merasa
khawatir dengan anak itu, sementara warga sangat kaget dengan kehadiran
setan jempol yang bertambah banyak.. Anak itu menaruh posisi tangannya
berada dibelakang tepat bawah kepalanya seperti orang mau “ pingsut “
dan dengan teriakan bissmillahirrohmanirrohim dikeluarkan jari jentik
paling kecil diarahkan tepat setan jempol, kejadian yang luar biasa dan
mengagetkan warga terjadi, setan jempol langsung lari ketakutan dan
tidak berani melawan hanya karena anak kecil yang pingsut dengan jari
jentik. Semua warga merasa bahagia dan lega setelah anak kecil tadi bias
mengalahkan hantu jempol. Pak kiai, paranormal, mbah dukun yang tadi
meremehkan anak itu merasa malu karena anak kecil itu jauh lebih hebat
darinya, Dan dia lebih malu lagi karena dia juga menyepelekannya.
“ jangan
terlalu meremehkan anak kecil sebenarnya jika dia mati nanti akan masuk
surga tetapi bagaimana dengan anda yang sudah dewasa apa lagi sudah tua
“
Kalau
tidak salah secara psikologis sebaiknya pria itu menikahi wanita yang
umurnya lebih muda berkisar 4 sampai 7 tahun, ini kata psikolog tapi
kalau salah ya sudah orang tidak di nilai kok lagian juga bukan ujian
nasional, kan aman tidak ada siswa yang bunuh diri dengan minum obat
nyamuk, kalau itu obat di kasih es lebih enak lagi ya kayaknya. Coba
lihat saja deh rosulullah menikahi Aisyah pada waktu usia Aisyah berapa
?, terus di indonesia
ust. Yusuf mansur juga menikahi gadis yang saat itu berumur 14 tahun,
kerenkan ! tapi semuanya harus dengan syar’i kalau tidak bias-bisa di
ciduk polisi untuk disidang seperti syeh puji lho, pengen tahu
kelanjutan kisah syeh puji ? tanya saja sama pak polisi enk ink enk.
Neng gelis akhirnya bersedia untuk mengenalkan teman sekolahnya dengan remaja itu, mulanya diberi nomer hp temannya, katanya orangnya cantik, sedikit pinter, pinter kok sedikit ! dari pada tidak pintar hayooo ! rambutnya panjang, mengetahui rambutnya panjang remaja itu bertanya , berarti tidak pakai jilbab ya ? ah bodoh kali neng gelis tidak memakai jilbab dibilang cantik, neng coba matanya diperiksa dulu siapa tahu ada ularnya, emang ular bisa masuk mata, bisa kok, tanya saja sama yang punya mata keranjang atau kalau tidak sama yang punya mata duitan deh.
Neng gelis akhirnya bersedia untuk mengenalkan teman sekolahnya dengan remaja itu, mulanya diberi nomer hp temannya, katanya orangnya cantik, sedikit pinter, pinter kok sedikit ! dari pada tidak pintar hayooo ! rambutnya panjang, mengetahui rambutnya panjang remaja itu bertanya , berarti tidak pakai jilbab ya ? ah bodoh kali neng gelis tidak memakai jilbab dibilang cantik, neng coba matanya diperiksa dulu siapa tahu ada ularnya, emang ular bisa masuk mata, bisa kok, tanya saja sama yang punya mata keranjang atau kalau tidak sama yang punya mata duitan deh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar