Di dalam buku La Tahzan terdapat sebuah syair yang membuat kita selalu tersenyum.
Senyuman
tak akan ada harganya bila tidak terbit dari hati yang tulus dan tabiat
dasar seorang manusia, setiap bunga tersenyum, hutan tersenyum, sungai
dan laut tersenyum, langit dan bintang gemintang tersenyum, dan manusia
sebagai watak dasarnya adalah mahluk yang suka tersenyum, itu bila dalam
hatinya tidak bercokol penyakit tamak, penyakit jahat dan egoisme yang
selalu membuat rona wajah tampak selalu kusut dan cemberut, adapun
ketiga hal itu meliputi seseorang, iscaya dia akan menjelma sebagai
manusia yang selalu mengingkari keridhoaan alam semesta, artinya orang
yang selalu bermuram durja pekat jiwanya tak akan pernah melihat hakikat
atau kebenaran dikarenakan kekotoran hatinya, betapapun setiap manusia
akan melihat dunia ini melalui perbuatan, pikiran dan dorongan hidupnya,
yakni bila amal perbuatannya baik, pikirannya bersih dan motivasi
hidupnya suci, maka kaca mata yang akan dia gunakan untuk melihat dunia
inipun akan bersih, namun bila tidak demikian, maka kaca mata yang akan
dia gunakan untuk melihat dunia ini adalah kaca mata gelap yang membuat
segala sesuatu di dunia ini tampak serba hitam dan pekat.
“ senyummu kepada saudaramu adalah sodaqoh ”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar