TITIK KURANG AJAR

Matahari sore sudah saatnya terbenam, waktu Jannu untuk  mandi dan membersihkan dirinya dari keringat yang menyebabkan keletihan di dalam tubuh, Jannu yang biasanya mandi dengan gaya ‘ rook n rool ‘ nya kali ini dia mandi dengan tenang sambil menikmati suara air yang mengalir dari selang, terkadang setiap inspirasi dan ide ide baru sering dia dapatkan saat mandi,
pernah dia menemukan jawaban tugasnya yang dia ketahui setelah memakai sampo di rambutnya, dia juga pernah menulis puisi dikamar mandi, pernah juga bersembunyi dikamar mandi saat disuruh ibunya buat beli lombok, pernah juga menyembunyikan makanan dikamar mandi agar tidak diminta sama adiknya, pengalamannya aneh  memang ketika dia harus berhadapan dengan kamar mandi, dia juga berencana suatu saat bisa ketiduran dikamar mandi. Selesai mandi segera dia memakai sarung layaknya anak anak pesantren lainnya, hp remaja itu berdering, ada sms dari habibah, ternyata habibah masih penasaran dengan “ titik titik “ yang pernah di katakan Jannu, Jannu sebenarnya bingung ketika Habibah mendesak dan memojokkan agar  “ titik titik “  itu tidak di rahasiakan lagi, remaja itu khawatir kalau hanya gara gara “ titik titik ” semuanya akan berbeda, bisa lebih baik bahkan bisa buruk atau mungkin sangat buruk keadaannya. Tetapi sikap habibah yang saat itu terlalu egois demi rasa penasaraannya, akhirnya Jannu membuka rahasia yang seharunya tidak dia ucapkan dengan bahasa tulisan, Jannu mencintai habibah, “ titik ” yang selama itu disimpan adalah sebuah titik kurang ajar dari hati Jannu.habibah terkejut mendengar pengakuan seorang laki laki yang pertama bisa dekat dengannya, habibah tidak tahu harus berkata apa tetapi saat itu memang kenyataan yang harus Jannu hadapi, “ adek belum bisa cinta sama kakak, ini semua terlalu cepat buat adek kak, adek juga belum tahu siapa kakak, insyaallah kakak bisa ngedapatin cintanya adek kalau kakak mau menunggu ”



Dalam putihnya hati yang masih terjaga
Seketika fitrah itu kini kurasakan
Ketika suara hati tak dapat dibohongi
Ketika kutengah berkaca diri

Ku coba mengetuk hati
Bertanya siapa yang ku cintai
Ya Allah kuatkan hati ku
Tuntunlah jiwa ku

Ku yakin dengan rahmat-Mu
Ku  ingin cinta hadir dengan cinta-Mu
Dengan cahaya petunjuk-Mu
Diselimuti agungnya keridhoan-Mu

Ku tahu Engkau cinta hakiki ku
Yang abadi untuk ku
Jauhkan aku dari derita
Karena cinta yang tiada berguna
Dekatkan aku dengan bahagia
Karena cinta yang Engkau engkau pilihkan untuk ku

( gina andiani 12 desember )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar