KEAJAIBAN MASIH ADA

Keajaiban memberi pernah Jannu temukan, kata M.Arief Budiman, ibarat photo dikertas terus kita scan dan kita simpan di komputer kemudian kita upload di internet maka photo itu akan terus bertambah jumlahya setelah di copy oleh beberapa orang tanpa mengurangi size dan bentuk semula yang dikomputer awal, begitu juga memberi pasti sama saja apa yang kita berikan dengan niat yang baik maka kelak akan mendapatkan kebaikan pula, justru malah bisa lebih. Keadaan yang kurang menggembirakan Jannu jumpai, biaya kulyah kurang 500.000 untuk SPP tiap semesternya, namun dia sengaja tidak meminta dan tidak memberi tahu ibunya, sesekali memang dia ingin merasakan betapa susahnya buat cari duit untuk biaya kulyah, terakhir pembayaran tinggal 1 hari lagi, uang yang Jannu punya hanya 5000 saja dan itu harus dia gunakan untuk makan, tetapi pada saat itu hari senin jadi jatah makannya masih nanti sore, dengan keyakinan bahwa uang itu akan menjadi lebih banyak maka uang sebesar lima juta itu, eh salah lima ribu itu langsung di berikan kepada tukang sampah yang lewat diperjalanan, subhanallah malamnya ketika dia pulang datang salah satu saudaranya untuk memberikan sesuatu yang masih terbungkus amplop kecil tetapi tebal, ketika dibukanya amplop itu berisi uang sejumlah 600.000 dan paginya dia gunakan uang itu untuk membayar SPP dan 100.000 dia gunakan untuk kehidupan bulanannya. Organisasi dikampusnya mengadakan sebuah acara bedah buka yang lumayan popular bukunya “ Tuhan sang penggoda ” karya M. Arief  Budiman, persiapan yang sudah matang mulai dikerjakannya sekitar kurang lebih dua bulan, proposal sponsor kerjasama sudah mereka masukan semuanya hanya tinggal menunggu persetujuan dari pihak yang terkait. Dua hari sebelum pelaksanaan penulis memberi kabar bahwa dia tidak berangkat dari jogya tetapi berangkat dari Jakarta karena selesai syuting iklan, penulis juga minta disediakan tiket, tiket dari Jakarta ke Semarang, harga paling murah 647.500,00 memang itu harga yang standart buat pembicara nasional yang berangkat dengan pesawat. Namun uang yang disediakan panitia hanyalah uang transport dari jogya ke Semarang dan cukup dengan 120.000 bisa pulang pergi, semua panitia panik acara tinggal 2 hari lagi, dana juga sudah limit, sponsor juga sudah tidak memungkinkan, bagaimana mungkin bisa mendapatkan uang 647.500,00 kalau tidak dengan keajaiban dari Tuhan, Jannu akhirnya berniat untuk menjual sepeda merahnya yang nantinya uang akan di berikan untuk transport pembicara, la terus bagaimana nantinya Jannu harus berangkat ke kampusnya “ dengan jalan kaki kan masih bisa, kaki ya sekali kali digunakan yang serius jangan hanya dimanja dengan sepeda, motor atau mobil ” remaja itu menawarkan sepeda keteman yang saat itu memang membutuhkan sepeda, saat ditawari ternyata temannya sudah membeli sepeda baru, terpaksa menawarkan sepedanya ke toko terdekat disekitarnya, belum sampai ditokonya, hp remaja itu berdering, subhanallah ada salah satu perusahaan yang akhirnya bersedia untuk bekerjasama dan akan memberikan uang bantuan sebesar 700.000,00 itu semua sangat cukup buat biaya transport pembicara, kamis 17 desember 2009 acara bedah buku sukses berjalan dengan lancar. Jannu masih bimbang, karena sebelum acara bedah buku dia bicara akan menjual sepedanya dan uangnya akan dibayarin buat pembicara, takut janjinya akan ditagih Tuhan, akhirnya Jannu tetap memberikan sepedanya, karena acara bedah buku sudah sukses maka sepedanya akan diberikan ke anak sekolah yang membutuhkan sepeda, Jannu memulai dirinya untuk belajar melepaskan barang titipan dari Tuhannya. Tepat hari sabtu dia sudah melepaskan sepeda itu, Keinginannya untuk berjalan kaki dari pondok kekampus terkabulkan juga “ Tuhan begitu adil ” uang pas-pasan 4000 seharusnya dia gunakan untuk naik angkot ternyata harus dilepas juga untuk mereka yang membutuhkan, dia didatangi seorang bapak-bapak yang lumayan ganteng tetapi wajahnya sedikit tergesa-gesa, bapak itu menawarkan jam tangan yang masih bagus, dia menawarkan agar  jam tangannya mau dibeli dan uangnya akan digunakan untuk ongkos pulang, karena Jannu sudah punya jam tangan maka dia tidak membelinya, “ bapak ongkosnya kurang berapa ” Tanya Jannu “ kurang 4000 nak ” dengan senang hati Jannu memberikan uang pas-pasannya ke bapak tadi,” ini bapak, saya ada uang 4000 dipakai saja uangnya dan jam tangan bapak tidak usah dijual dipakai saja biar tambah ganteng, hati hati ya bapak pulangnya ”. dompet kosong blong kini dimasukan kedalam saku Jannu lagi, dia hanya bisa mensyukuri keadaanya yang masih mempunyai kaki untuk pergi kekampus, meniti letihnya perjalanan, memandang gedung gedung mewah serta sedikit berkaca pada dirinya Jannu mencoba untuk selalu tersenyum dan bahagia, cuaca yang mendung dan adem sangat bersahabat buat pejalan kaki seperti Jannu, welcome to campus ? Malam dia mendapat sms dari teman dekatnya, teman yang sudah cukup tau seluk beluknya, bahkan persaudaraannya sangat kental melebihi santan pepaya, upsss salah santan kelapa. “ boy sepedamu jadi kamu kasihkan ke anak sekolah ” dengan senyum dia menjawab “ n_n yups bener om dah saya kasihkan kok,kemarin sabtu ” dibalas kembali “ la tadi kamu naik ap ” dengan senyum dia membalas “ n_n aku bersyukur Tuhan masih percaya dengan kaki yang saat ini masih saya gunakan, tadi jalan kaki dari rumah, enak banget lho rasanya, mau mau ? ” kembali keajaiban itu datang !! “ ya sudah sepeda gunungku menjadi hak kamu, diambil saja sudah menjadi hak kamu ” Jannu hanya bisa bengong melihat kejadian yang terjadi, sepeda yang harganya hampir 3.000.000 ini dikasihkan begitu saja, ya inilah keajaiban Tuhan kalau Tuhan lagi baik hati ya seperti ini jadinya, tapi kalau tuhan marah, ya tidak tahu deh , emang tuhan bisa marah , ah yang bener ?

“ Memberi tidak akan mengurangi apa yang anda beri, tidak memberipun sama tidak akan mengurangi apa yang tidak anda berikan, selanjutnya terserah anda, sebenarnya jika anda memberi keajaiban akan datang dari Tuhan ”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar