SANG PEMIMPI

          Impian Jannu tidak tanggung-tanggung kata motivator “  melikilah impian setinggi tingginya ”  tetapi ada juga yang mengkritisinya, mimpi ya mimpi tapi jangan terlalu tinggi-tinggi, misal tidak tercapai bisa jatuh, orang jatuhkan sakit. Bagi Jannu tidak peduli entah impian itu tercapai atau tidak yang terpenting punya impian itu penting, mumpung Tuhan memberi kita kekuatan imajinasi yang bebas berkhayal kemana saja kenapa tidak kita gunakan,
khayalan yang kita gunakan untuk mencapai impian jelas berbeda dengan khayalan para pecundang yang hanya tidur dirumah terus berkhayal macam macam, pengen ketemu artislah, pengen ketemu miyabilah atau pengen ketemu yang tidak penting-penting, nah kita harus tahu standar kehidupan kita juga biar tidak terlalu tinggi dan terlalu rendah untuk menggapai mimpi. Tidak mewah impian Jannu kok, dia hanya ingin punya hasil tiap bulanya minimal 20 juta, entah tidak tahu usaha apa yang akan dijalaninya, punya rumah sederhana cukup dua lantai saja yang penting ada pintunya kelak akan diberi nama “ Titipan Tuhan “ , punya mobil yang baru yang sederhana saja yang rodanya empat sudah cukup deh, menghajikan ibu sebelum dia mati atau ibu yang mati duluan, melanjutkan study kalau tidak S2 ya S3 atau es teh di jepang sekaligus mampir ke tembok Cina, berbuka puasa dengan 10.000 anak yatim, mengajak umroh gratis untuk sahabat dekatnya, punya buku yang siap diterbitkan minimal buku kecil deh, mengembangkan bisnis kulinernya, mendirikan outlet besar dirumahnya tepat pinggir jalan raya minimal dua outlet, menyelami lautan yang bening dengan keasliannya, membeli laptop macbook pro yang harganya hanya berkisar 15 jutaan, membeli sepeda balap yang harganya cukup murah berkisar 25 jutaan, membeli kamera LSR yang murah cuma 12 jutaan, bermimpi kaya seperti bill gats yang semua hasil kekayaannya diberikan ke pantai-pantai asuhan dan anak yatim, impiannya kebulan akan terus dia terapkan selama bulannya belum dihancurkan Tuhan. Nah itu impian remaja yang posisinya saat ini memegang uang hanya dua ribu rupiah saja untuk kehidupannya, yang saat ini makan apa adanya, adanya nasi ya nasi yang dimakan, adanya mie ya mie yang dimakan, pernah juga makan sahari tiga kali dengan mie tanpa nasi bahkan juga pernah tidak makan selama sehari, maksudnya pas puasa. Nah remaja seperti dia saja berani bermimpi, so buat kamu kamu bermipi saja deh, bukan bermimpi saat kamu tidur tetapi impianmu untuk menuju kenyataan. Impiannya mendapatkan habibah dan dibawa kepelaminan yang halal juga diterapkannya, walah walah lulus kulyah saja belum malah bermimpi yang neko-neko, siapa yang neko-neko, bayangin saja deh nikmatnya menikah saat usia muda, siapa yang tahu nikmatnya nikah muda ? Tanya saja yang sudah nikah muda. Kini Jannu hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar semua impian impiannya didengarkan, tetapi kata Jannu Tuhan tidak pernah mau mendengarkan dia hehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar