Dengan
semangat lent’s amstrong atlit balap sepeda juara piala dunia pernah
lumpuh dari sepedannya, semangatnya mampu merubah keadaan yang
membangkitkan lumpuhnya untuk menjadi juara satu kelas dunia, dan sampai
saat ini juara itu masih bertahan pada dirinya. Dengan semangat Andrie
wongso yang tidak lulus SD pernah menjadi motivator no satu di Indonesia.
Dengan semangat pula Jannu menggayuh sepedanya untuk menemui habibah
dimasjid agung, keinginannya satu, sholat dhuha berjamaah disana. Tepat
pukul 07 Am Jannu bertemu habibah disana, bertemu dengan senyumannya
yang menenangkan hatinya, bertemu dengan wajah kalemnya yang membuat
damai jiwanya, disana tidak berbuat aneh-aneh mereka hanya bercerita
cerita saja, jarak merekapun juga dijaga agar mereka tidak saling
bersentuhan kulit. Sesuai dengan janjinya, Jannu mengembalikan photo
yang pernah dibawanya dari Neng gelis, sudah rusak memang tetapi tetap
dikembalikan.berharap Jannu waktu bertemu bisa mengambil wajah habibah
dengan kamera digital yang dipinjam dari teman kampusnya, tetapi habibah
menolak untuk di photo, tidak PD kali ya atau jangan jangan belum
mandi, hari gini gak PD !! amit amit !! Seperti biasa kemanapun pergi
Jannu tidak pernah meninggalkan tas laptopnya, meskipun belum punya
laptop tidak jadi masalah yang penting sudah punya tasnya, di dalam tas
itu tersimpan si kecil, sebuah boneka yang dia dapatkan waktu acara
seminar majalah terkenal untuk anak anak Design komunikasi visual.
Dikasihkan saja boneka itu ke habibah dengan senang habibah menerimanya,
padahal dari awal Jannu mengira kalau habibah tidak mau. Boneka dengan
wajah cemberut itu suatu saat bisa tersenyum kok, coba saja wajah
cemberutnya dihapus, terus diganti dengan mas Tukul jadinya tidak hanya
tersenyum malah bisa membuat orang terbahak-bahak. Memandang wajah
habibah Jannu berkata dalam hatinya, Ya Tuhan yang maha sempurna betapa
indahnya Engkau menciptakan hamba-hamba–Mu di dunia “ wajah habibah
memang penuh dengan cahaya yang dipantulkan dari air wudhunya, bulu
matanya yang tebal dan senyum sederhananya begitu manis, sulit untuk
dilupakan dalam bayangan Jannu. Gubraggg ,,hehe sok puitis !!! Satu jam
sudah mereka berdua mencukupi pertemuannya, sambil berpamitan Habibah
berjanji “ kapan kapan adek kirim photo deh buat kakak, hp kakak bisa
buat menerima MMS kan
? ” insyaallah jawab Jannu. Karena lapar, dijalan Jannu mampir ke
sebuah warung pecel yang tidak dikenal nama warungnya, Jannu yang
semngatnya memuncak setelah beretemu habibah semakin semangat ketika
menyantap pecel yang rasanya mak nyuss, nikamt banget pokoknya enak deh,
hatinya yang sudah riang menjadi bertambah riang ,dia juga ingin suatu
saat bisa makan bareng dengan habibah diwarung ini, double riang deh
pokoknya ! awas hati hati entar malah meriang lho ? entah kenapa
riangnya seketika itu hilang disaat remaja itu makan yang enak-enak
sedangkan ditrotoar masih banyak anak kecil dan orang tua yang
mengais-ngais di tempat sampah untuk bertahan hidup, belum lagi di
palestina yang melihat makanan basipun tidak ada, yang mereka lihat
hanya banjir darah dan pemandangan mayat serta suara riang Bom dan roket
Negara Israel bejat. Negara yang sok jago, yang sok koya, yang sok-sok
an. Kalau berani lawan sini sama saya satu lawan satu jangan malah
membunuh anak-anak dan wanita dong !! banci lho ? tidak pantas deh bumi
ini untuk orang-orang seperti mereka. “ Ya Allah semoga saya tidak
dholim dengan saudara saudaraku “ Amin. Kata Jannu di dalam hatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar