Hari
itu hari selasa, kalau tidak salah tepatnya tanggal 24 nopember 2009
kalau salah ya tidak apa apa kan tidak ada penilaian, apa lagi
pengumuman kululusan ujian nasional, ujian yang sebenarnya menjadi
penderitaan untuk anak SMP/SMA bagaimana tidak yang mengajar, mengasuh
selama tiga tahun disekolah adalah gurunya yang tahu isi hati dari
mereka harusnya gurunya itu atau pihak sekolah,
bukan pejabat juga bukan
pemerintah yang hanya menentukan selama satu jam dan tiga hari saja
untuk menentukan anak itu layak hidup atau mati kenapa saya sebut hidup
dan mati ? la buktinya setiap ada yang tidak lulus banyak juga kan yang
bunuh diri, terjun dari lantai, minum obat tikus dll, mbok sekali kali
jika ada yang tidak lulus, yang bunuh diri para pejabat atau pemerintah
bahkan kalau perlu presiden Indonesia sekalian saja mengadakan sidang
pleno untuk bunuh diri gara-gara ada beberapa anak yang tidak lulus
kemudian dia berani berkata “ mari kita bertanggung jawab untuk anak
bangsa atas keputusan kita, oke deh sediakan racun tikus rasa jambu
jangan lupa ditambah susu dan es-nya” keren deh jika ada pejabat yang
seperti itu. Mereka hanya leha-leha setelah menyakiti hati para pelajar Indonesia,
dasar pejabat !!! Weleh weleh sampai mana nie malah ngelantur
kemana-mana. Jannu berharap sudah cukup lama untuk bisa bertemu dengan
habibah, harapannya terkabulkan ! selasa itu juga dia bertemu dengan
habibah disalah satu masjid yang besar dan sangat terkenal dipulau jawa,
masjid yang mubadir ini sebenarnya tidak sedikit biaya yang dikeluarkan
untuk membangunnya, bagaimana tidak lahan parkirnya saja seperti
stadion sepak bola, taman dan kolamnya yang sering kurang bersih saja
bisa buat berenang tiap pagi, lampunya juga bisa menyinari kegelapan
dirumah rumah bawah jembatan, tetapi manfaatnya yang begitu kurang yang
saya rasa sangat mubadir untuk masjid sebesar itu, bukannya penuh jamaah
setiap lima waktu malah penuh wisatawan setiap hari, bukannya penuh
infaq malah penuh orang mencari duit, bukannya penuh pendidikan malah
penuh penginapan pokoknya aneh deh itu masjid apa lagi kalau malam
banyak yang pacaran lho disana, jadi bingung siapa ya yang bangun itu
masjid. Sebenarnya pengen banget menjadi remaja yang ahli surga, menjadi
remaja yang meramaikan masjid, nah itu sudah banyak kok yang meramaikan
masjid, buat sepak bola, buat sepedaan, buat pacaran buat parkir
pesawaat juga bisa lho ? wah wah wah kalau cara itu disebut meramaikan
masjid bisa masuk surga deh pokoknya, kan yang punya surga emak lho ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar