CAH CILIK

            Kisah nyata ini pernah dia alami, namanya Arief hampir sama dengan nama saya, biasalah nama yang bagus memang banyak yang punya, Arief adalah salah satu guru termuda di TPA nya, TPA itu kalau tidak tahu taman pendidikan al qur’an. Arief mencoba untuk memasuki dunia TPA kurang lebih 3 sampai 4 tahun, orangnya biasa saja, sederhana juga tidak tampan, cara mengajarnya jelas sangat berbeda dengan yang lain, tidak perlu memakai silabus atau istilah istilah lain untuk memenuhi syarat mengajar, menurutnya pendidikan untuk anak anak yang terpenting adalah menyenangkan, nah kuncinya gampang tidak perlu rapat bulananpun juga bisa kok, tinggal memikirkan saja bagaimana mengajar dengan anak agar menyenangkan, gampangkan, caranya bagaimana ? Tanya saja Arief kalau suatu saat ketemu.


            Dengan gayanya yang asyik dalam mengajar hampir semua santri mengenalnya, gaya Arief yang terkadang lucu juga membuat santri semakin nyaman, ada salah satu murid yang bilang katanya kalau yang ngajar Mas Arief kelasnya enak jadi seru tidak ngantuk, serasa belajar menjadi selezat coklat, gaya banget menggunakan kata coklat, makan saja belum pernah. Kunci nya mengajar asyik itu tidak dengan teori teori atau metode metode dari perguruan tinggi yang bersifat pendidikan, yang terpenting itu santri merasa butuh dengan apa yang kita berikan, bukan kita memaksa santri untuk menerima apa yang kita berikan, yang ada jika seperti itu justru hati santri tertutup dan sulit untuk mengambil hatinya lagi, maka dia juga akan sulit untuk menerima ilmu yang kita sampaikan, apalagi kalau niatan kita biar dapat duit jika mengajar, Ammppuunnn !!! Tetapi ada yang sempat membuat kaget Arief ketika dia harus menerima surat cinta dari salah satu muridnya yang saat itu masih kelas 6 SD, nah itu lihat cinta anak kelas 6 yang mencintai guru ngajinya sendiri, Arief memang paling muda di sana wajahnya juga masih imut seperti anak anak SMP padahal dia sudah kulyah semester pertama, semua itu tidak di tanggapinya dengan serius, karena Arief hanya bisa bilang “ cah cilik kok pengen pacaran ” anak kecil kok minta pacaran, anak kecil itu sampai saat ini masih malu ketika harus bertemu dengan Arief.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar