Kak Agus yang sangat memperhatikan habibah harus berkata lain mengetahui hal ini, sore itu juga Jannu
mendapat sms darinya “ Maaf gue kakaknya habibah, tolong kamu jangan
hubungi habibah lagi ” hanya bisa terkejut membaca sms itu, dia membalas
dengan nada sopan “ oiy kak, salam kenal ya, saya anak fak.ilmu
computer, saya tidak ingin kak Agus berprasangka buruk dengan saya ”
seketika itu dibalas lagi “ iya salam kenal juga, pokoknya gue tidak mau
tahu, gue tidak ingin habibah terganggu pendidikannya, gue ingin
habibah focus dalam sekolahnya ” berat memang untuk melakukan ini semua “
insyaallah kak ” padahal harapan dia mendekati habibah tidak lain juga
untuk memberi dukungan agar prestasinya terus naik dan bisa
mempertahankan peringkat satunya. Jarinya sulit untuk di gerakan,
kakinya sulit untuk berdiri, dia hanya bisa terdiam, hanya bisa
memandang lampu yang bersinar tetapi sinarnya tidak bisa membuat terang
hatinya. Dia juga harus menyadari yang dikatakan kak Agus adalah
kebijakan yang tepat buat habibah yang masih panjang perjalanan
sekolahnya, yang harus bertarung melawan pendidikan, yang harus mencari
ijazah untuk kehidupan dunianya, bagaimana mungkin cinta bisa hadir
tanpa komunikasi, tanpa kedekatan, tanpa adanya perhatian, Jannu
hanya bisa berkata “ bila rindu ini masih milikmu, aku hadirkan sebuah
Tanya padamu, harus berapa lama aku menunggumu, aku menunggumu ” lagunya
crisye Alm ckckckckckckck.
Silaturahim
itu benar benar terputus, ketika Jannu berharap persaudaraan sebagai
kakak dan adek dan menjaga silaturahimnya, yang saling mendo’akan di
setiap malamnya, habibah menolak itu semua, dia tidak mau lagi menjadi
adek Jannu, Jannu juga pernah mengajak ketemuan, tetapi habibah juga
menolak itu semua sekalipun hanya bertemu satu detik, tanpa alasan
habibah melakukan itu semua. Berkali kali Jannu harus terjatuh merasakan
hati yang harus tersakiti, hanya iklas dan mensyukuri apa yang ada yang
saat itu bisa dilakukannya, berterima kasih pada tuhan yang sudah
memberi kesempatan, memberi harapan, memberikan sebuah amanah hidup
untuk habibah. Berakhirnya hubungan, Jannu berjanji pada dirinya untuk
memberikan sebuah kitab suci sebagai ladang jariyah, yang kelak membawa
ketenangan pada waktu dia mati, digunakan dengan sebaik baiknya dan di
baca setiap hari dengan bisikan yang indah, dan tutur kata yang lembut
serta dengan kerendahan hati dihadapan Tuhan yang menjadi harapan
utamanya. Kini dia hanya bisa menunggu kesempatan yang akan Tuhan
berikan, entah kesempatan kedua, ketiga, keempat dan keseribu pun dia
tetap menunggunya, untuk menemukan sebuah gerak cinta.
” kalau cinta tidak bisa aku dapatkan, tak ada salahnya kan penantian itu tertulis pada sebuah kertas, seperti pena ku yang mengharapkan keajaiban cinta agar segera datang, meskipun pena ini harus menunggunya “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar