KELUARGA

Hampir semua keluarga habibah dia tahu, mulai dari Abi yang sudah tidak bekerja dan saat ini mengurus pembuatan surat surat, surat rumah, surat tanah, surat keluarga, kalau surat cinta yang ngurus katanya anak anaknya. Umi yang juga tidak bekerja tetapi disana disering dipanggil ibu guru, mas Agus sumarno yang masih melanjutkan studinya di jurusan perikanan, mbak Nisa walujati yang pernah bekerja berpindah pindah tempat, dia bekerja karena belum masuk ujian UMPTN di kotanya, dek lona soraya yang sering dipanggil dengan sebutan “ yayang “ oleh keluarganya, dan terakhir ada satu lagi laki laki kecil namanya saya, Ipin kali ya, kalau tidak berarti Upin betul betul betul.

Kalau dengan mbak Nisa dia cukup dekat, dulu dia pernah bicara dengannya lewat telephon, itu gara garanya waktu dia telephon habibah tetapi habibah masih tidur, kebetulan di angkat mbak Nisa, sambil berkenalan juga ingin bertanya Tanya tentang bagaimana sifat habibah, katanya sifatnya keras kepala, suka bosan, cuek terhadap laki laki, dan aneh. Entah dari mana kak Agus bisa mengetahui kedekatan habibah dengan dia, matahari sore yang indah akan segera terbenam, waktunya untuk memulai kebiasaan membaca buku sambil melihat berita kasus yang lagi marak di Indonesia, kasus seoarang nenek tua yang mencuri buah coklat di kebun dekat rumahnya, misal di hitung dengan duit hanya jatuh 3000 rupiah saja, tetapi apa yang di alaminya, orang tua itu harus di seret seret ke pengadilan dan statusnya juga di penjara tetapi di dalam rumahnya yang diawasi petugas yang berwenang, tapi lihat saja waktu akan pulang, semua yang menghadiri acara persidangan memberikan sumbangsih berupa uang ribuan untuk ongkos dia pulang, oh nenek yang sabar ya nek, Tuhan bersamamu kok nek, itulah manusia yang sombang dan sulit untuk memaafkan, Tuhan saja yang menciptakan dia maha pengampun, kenapa dia seperti itu, tenang nek suatu saat mereka akan saya balas nek, kalau dia lewat di depan rumahku, nanti saya suruh mampir dan saya beri dia coklat yang sudah ada racunnya, habis itu diakan meninggal, terus kita makan bareng bareng ya nek, eh eh eh jangan dimakan nek daging seperti itu pantasnya dimakan ulat sama cacing dalam kuburan saja nek, tidak usah dimakan deh, gantinya nenek saya traktir steak ya nek hehehehe. Berita yang konyol, seolah hokum itu benar benar tidak adil, besok misal kulyah jangan mengambil jurusan hukum ya ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar