KAMPUNG HALAMAN


Mengenang masa kecilnya, kini dia beranjak pulang kekampung halamanya, untuk menjumpai ibunya yang kesepian karena semua anak anaknya berada di kota, serta berharap kejenuhan hatinya bisa hilang setelah bercanda dengan tawa ibunda tercintanya. Di sebuah bus yang dia tumpangi seolah menjadi saksi bahwa masa kecil memang menyenangkan,
dia juga membanyangkan indahnya persahabatan di masa kecilnya, tidur dirumah sahabat setiap malam minggu membakar ikan di tengah malam, persahabatan yang tidak di landasi dengan kesetiaan tetapi sebuah persahabatan yang didasari dengan kebahagiaan, semasa kecilnya tak pernah dia mengeluh bagai mana agar bisa membayar hutang, tak pernah juga mengeluh sakit hati gara gara wanita, dia juga tak pernah mengeluh karena nilai mata kulyahnya jeblok, yang ada hanya kedamaian dan kebahagiaan, disana hanya ada cerita jika dia menjadi dragon ball maka akan terbang bersama awan kinton, dia juga bercerita jika memiliki jin dan jun dari timur tengah maka akan meminta untuk di ajak ke monas, atau jika dia punya tuyul dan mbak yul maka akan disuruh ngelihatin jawaban temennya waktu ujian SD, hah kenangan itu kini telah hilang, beruntung dia masih kulyah, sekarang teman kecilnya banyak yang harus tertawa dengan masa mudanya dengan bekerja dan menikah, terlalu cepat memang usia mereka, ya itulah sebuah kampong halaman berbeda dengan kota, yang kebanyakan anak mudanya masih terus menghabiskan uang orang tuanya, yang belum menikah sudah berani berhubungan suami istri, banyak aborsi yang terjadi di negeri ini, nyawa yang seharusnya menikmati manis pahitnya hidup harus mati ditangan ibu kandungnya sendiri, wanita yang buta hatinya sehingga dia tega melakukan itu semua, sungguh betapa kejamnya dunia ini, dia hanya ingin merasakan kenikmatannya tetapi tanggung jawab hanya dia ludahkan begitu saja, wahai tukang aborsi jika kamu manusia sebaiknya kau tinggalkan itu, ah siapa bilang tukang aborsi manusia disebut binatang saja tidak pantas, coba lihat saja itu, seganas ganasnya ibu singa dia tidak pernah membunuh anak kandungnya, lantas disebut apa dia, pikir saja sendiri hehehe

Rasa kantuknya disebuah bus dibangunkan dengan kedatangan seorang pengamen jalanan, bukan ngamen aslinya dia, bayangin saja datang ke bus dengan wajah bangun tidur yang belum cuci muka, pakaian singlet dan celana jean’s yang molor modot yang dikenakannya , kalau ditaksir baru sekitar 3 bulan tidak dicuci, tidak membawa gitar dan icik icik, bermodal salam dan do’a selamat dari perjalanan dia meminta uang dari penumpang bus di dalamnya, Jannu berfikir, di kasih seribu atau seratus rupiah, akhirnya di kasihkan uang bergambar pahlawan patimura itu ke pengamen tadi, kurang lebih uang 5400 bisa dia bawa untuk turun dari bus, Jannu memberi seribu karena, perbuatan pengamen itu jauh lebih mulia, dibanding mereka yang menjual togel, mereka yang main judi, mereka yang mencopet, lebih parahnya lagi jika harus dibandingkan dengan para tikus tikus kantor, siapa lagi kalau bukan pejabat koruptor, dengan mudahnya dia bisa menggrogoti uang rakyat, nah seharunya para SATPOL PP itu merazia mereka mereka yang di kantor bukan mereka yang di terminal jalanan, atau jangan jangan yang merazia juga ikut ikutan korupsi ya, wah bagus bagus, maksudnya bagus banget kalau uang yang di korupsi dimakan bareng bareng, sekalian pesta besar, mengundang para artis, dan wanita penghibur, lakukan saja itu, tetapi kalau Tuhan marah jangan salahkan saya ya ? kalau masalah ini Tuhan pasti marah, eh belum tentu kok, buktinya ini kan Tahun korupsi tapi Tuhan tidak marah itu, wahai para tikus kantor ayo bangkit korupsi, saya ingin melihat siaran langsung bahwa Tuhan telah marah, maafin saya ya Tuhan hehehehe

Kulo niki namong adol suoro
Luweh becik tinimbang kerjo olo
Satus rupiah kulo njeh puron nerimo
Dilumpoke kagem tumbas sego

Ikla welas payuwon kulo
Sampean iklas kulo njeh nerimo
Mugi mugi panjenengan puron maringi
Diten niki tak dongangke munggah kaji
Mugi mugi panjenengan puron maringi
Diten niki tak dongangke katah rejeki
Mugi mugi panjenengan puron maringi
Perawan joko tak dongangke cepet rabi
Amin ya robbal a’lami
(  lagu jalanan )

Tiba di rumah seperti biasa, yang dilakukannya adalah, mencium tangan, pipi kanan, pipi kiri dan kening ibunya, hanya senyum ibunya yang saat itulah bisa mengobati hati terlukanya, “ ibu semoga do’a ku terkabul, aku ingin mengajakmu ke tanah suci mekah sebelum engkau di panggil Tuhan, Amin “. Di dalam hatinya dia berkata.

Ibu

Aku tidak sanggup menyebutmu sebagai pahlawan
Aku tidak sanggup menyebutmu sebagai malaikat
Aku tidak sanggup menyebutmu sebagai kehidupan

Kau tercipta bukan untuk memberi kasih sayang
Sayanglah dirimu sendiri sebelum kau menyayangiku
Kau tercipta bukan untuk menjadi pelindung
Lindungilah dirimu sendiri sebelum kau melindungiku

Aku tidak tahu seberapa besar rasa sakit yang kau rasakan
Saat kau mengandungku,saat kau melahirkanku,dan disaat kau membesarkanku
Andai Tuhan mengijinkan, maka aku akan menjadi perempuan
Yang sanggup merasakan akan hal itu


Tetapi semua tak akan cukup
Aku tidak bisa membayangkan
Jika yang mengandungku bukan kamu
Karena aku khawatir, dalam kandungan pembunuh

Ibu , tak sanggup aku membalas jasamu, terimakasih atas do’a tulusmu, tetapi aku berjanji ibu, aku akan menjadi anak yang sholeh, yang sanggup mengantarkanmu ke syurganya, karena kau bukan malaikat, bukan pahlawan , juga bukan kehidupan, karena kau adalah surga !!

Dua ribu sepuluh

            31 desember 2009 tepatnya, inilah malam terkhir untuk pergantian awal tahun, tahun yang semakin dekat dengan kiamat, bukan 2012 tentunya, yang bilang 2012 akan kiamat hanya orang orang yang kafir akan firman Tuhannya, apalagi sampai di filmkan dan filmnya mampu membuat geger seluruh dunia, film yang goblok, kiamat kok masih sempat sempatnya naik pesawat, padalah di kisahkan dalam islam, jika terjadi kiamat seorang ibu tidak akan lagi teringat oleh anak karena betapa dahsyatnya hari itu, apalagi mengingat pesawatnya weleh weleh, tidak bermutu film buatan Amerika itu, saya katakan tidak bermutu karena yang membuat film orang amerika, sebenarnya saya sangat benci dengan Negara itu sebab dia masih mendukung bangsa Israel yang “ koya koya ”, mendingan ngedukung film film karya anak bangsa, Laskar pelangi dan Sang pemimpi, pinter banget yang bikin bukunya, siapa lagi kalau bukan saudara kembar saya Andrea hirarta namanya, dia saudara kembar saya lho, lihat saja dia laki laki saya juga laki lakikan, dia matanya dua mata saya juga dua kok,ckckckckckck. Sebagai pemuda saya juga iri melihat kecerdasannya mengolah kata dalam bukunya, sudah cukup cukup sampai disini saja pembahasan tentang dia, bisa bisa nanti saudara kembar saya marah lho.
            Bicara soal tahun baru bangsa Indonesia digegerkan dengan air mata saat meinggalnya putra bangsa GUS DUR sudah tua kok disebut putra bangsa, pantasnya itu kakek bangsa, sori Gus bercanda, semoga amal ibadahmu di terima di sisi Tuhan yang esa, sosoknya sangat unik, sangat kontroversi di negri ini membuatnya terpilih sebagai presiden ke empat, terjun kedunia politik dan menganggap salah satu menteri harus dihapuskan karena mereka hanya seperti taman kanak kanak, bahkan Gusdur juga menjumpai pendukungnya keluar dari istana Negara dengan memakai celana pendek dan sandal jepit, impiannya untuk menjadikan isatana Negara sebagai rumah rakyat juga berhasil di lakukannya, banyangkan saja istana Negara bebas di masuki siapa saja, tidak perlu dengan jas rapi dan dasi lengkap dengan sepatunya, cukup dengan memakai sarung dan sandal jepit semua rakyat bebas untuk memasukinya, namun nylenehnya Gusdur tidak semua rakyat Indonesia untuk bisa menerimanya dan dia harus menerima kenyataan untuk lengser dari presiden. Bahkan kalau Gusdur bisa menjadi presiden lagi bunda Dorce akan dijadikan menteri keuangannya, beliau sewaktu di mesir juga pernah minum kopi lengkap dengan celana dalam yang masih baru, tetapi tidak jadi diminum, celana dalam itu masih baru, masih bersih, seperti kain biasa, bahkan lebih bersih lagi dari pada kain lap pel, Di kabarkan dalam berita wafatnya juga nyleneh hanya gara gara sakit gigi, gitu saja kok nyleneh, orang makan sate saja bisa wafat apa lagi sakit gigi, emangnya makan sate apa bisa menyebabkan orang wafat, coba saja makan sate sama tusuknya, saya jamin deh, tidak lama lagi pasti wafat hehehe. Kasihan juga Gusdur meninggal, dia harus menunggu lama proses upacara kematiaannya, harus dengan lagu kebangsaan, harus ada istirahat di tempat, padahal malaikat penanya dalam kubur sudah tidak sabar ingin mewawancarai Gusdur, eh malah disuruh ikut upacara ! selamat jalan Gusdur, tersenyumlah dengan Tuhanmu disana.
           
            Back to Jannu, di malam tahun baru ini sebenarnya tidak ada yang istimewa, tidak ada yang luar biasa, paling paling ya biasa biasa saja, kembang api yang menyala lebih baik dananya diberikan ke orang orang yang lebih membutuhkan, buat sekolah, buat makan atau buat kemaslahatan tempat tempat ibadah, kalau terompet tidak apa apa lah, kasihan masalahnya rata rata yang menjual terompet dari kalangan masyarakat bawah, masyarakat yang turut merasakan derasnya rizki dari Tuhan untuk menyambut Tahun baru, buat Jannu Tahun baru lebih indah ketika seorang presiden amerika serikat meniup terompet di kuburan sendirian, keren deh pokoknya, dia masih bingung untuk mengakhiri tahun ini, keinginannya untuk telphon atau sms Habibah menjadi ragu, paling paling di cuekin dan kalau di telephon tidak di angkat, Habibah Habibah sebegitu kejamkah dirimu, eh tidak tidak Habibah tidak kejam kok, dia biasa biasa saja. Mungkin akhir tahun ini juga yang akan mengakhiri kisah cinta Jannu, dia hanya bisa melakukan apa yang ingin dilakukan di malam tahun barunya : berada didalam kamar, mematikan lampu, mematikan hp, mematikan computer, mematikan radio, dan menutup telinga dengan kapas, untuk menikmati kesunyian dan indahnya kegelapan menyambut tahun baru. “ selamat tahun baru 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 5001 prrrrrrrreeeeeeeeettttttttttttt “ kata terakhir yang bisa dia ucapkan sebelum memejamkan mata !

            Tidak bisa di pungkiri kalau ternyata awal tahun baru adalah cermin dari masyarakat Indonesia yang kurang baik, dari dulu kok kurang terus ya, lihat saja kemacatan yang harus di alami di berbagai tempat tempat pusat, berapa banyak orang seluruh dunia yang berkumpul di sana, tidak hanya di Indonesia bahkan seluruh dunia, parahnya lagi Indonesia diawal tahun mendapat berkah dari tingkah laku manusia yang tidak bertanggung jawab, lihat saja di berbagai tempat pusat perayaan tahun baru itu, sudah tidak bisa lagi di sebut dengan jalan raya, atau taman bermain, di sana hanya pantas di sebut Negara sampah atau lautan sampah, siapa lagi yang bekerja kalau bukan si tukang sampah yang hanya di bayar 25000 rupiah sehari, sampah itu tidak dapat diselesaikan dengan cepat, padahal mereka menyapu jalan seperti biasanya saja menghabiskan waktu 6 sampai 7 jam, apalagi harus menyapu lautan sampah dengan alat yang biasa, andai waktu itu semua warga sadar dengan perbuatannya, dan petugas atau pemerintah lebih banyak menyediakan tempat sampah yang mudah di jangkau, maka pahlawan tukang sampah ini akan tersenyum di awal tahun barunya tanpa harus mengeluh demi uang 25000 rupiah. Herannya pemerintah yang sudah mengetahui hal ini, justru menutup mata dan telinganya tanpa memberi tambahan gaji untuknya, andai saya yang jadi presiden, insyaallah saya mengangkat tukang sampah untuk menggantikan posisi wakil presiden saya, hehehe jadi presiden saja belum kok sudah berkhayal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar