KERETA MALAM


Dengan kereta malam Jannu menuju Jakarta untuk menghadiri sebuah konferensi mahasiswa di UI, sebenarnya tidak dengan kereta dia berangkat kesana, bisa dengan bus yang lebih nyaman untuk perjalanan, tetapi teman teman dari Universitas lain mengajaknya naik transport yang bisa dia gunakan adalah kereta karena uangnya tidak cukup,
dengan alasan itulah dia akhirnya naik bus, sejak dari kecil dia belum pernah naik kereta, dia pernah di janjikan ayahnya untuk pergi bersama ke Jakarta dengan naik kereta tetapi ayahnya sudah meninggal, sebenarnya hanya itu yang membuat Jannu sulit untuk menaiki kereta, pasti dia akan sedih ketika mengenang ayah kandungnya yang sudah almarhum. Suasana dalam kereta sangat romantis buat perjalanan, suara berisik yang tidak pernah berhenti itulah yang akan menghiasi indahnya perjalanan di dalam kereta, Jannu benar benar bersedih hatinya, ketika dia mengingat janji ayahnya, kesedihannya memaksa dia untuk berani sms Habibah, “ sedih banget naik kereta, ini pengalaman pertama kakak untuk naik kereta hehe ” di kiranya sms tidak akan di balas, tetapi selang beberapa menit hp Jannu ada pesan masuk, “ n_n jaga diri, jaga hati dan hati hati saja kak ” seolah rasa sedihnya segera terobati hanya dengan membaca pesan dari Habibah, “ terimakasih ya habibah ”  Jannu membalasnya. Perasaan senangnya membuat dia lebih menikmati suasanana dalam kereta, suasana yang sangat nikmat untuk mencari sebuah referensi kehidupan, apa lagi buat mereka yang gemar membuat puisi, banyak hal unik yang dia jumpai disana, mulai orang orang yang tadinya duduk terus di suruh pergi karena nomer tiketnya tidak sama dengan yang dikursi, dan para pedagang minuman, nasi, rokok yang terus berteriak, bahkan ada juga yang menawarkan bantal dan Koran. Mereka tidak salah bahkan tidak boleh disalahkan, dia sangat menyesal ketika harus mendengar perkataan teman duduknya, yang menghina para pedagang yang berjualan sambil kesana kemari dengan berteriak apa yang mereka jual, merasa terganggu itulah alasan utamanya, sebenarnya mereka melakukan tugas yang begitu mulia, berjualan seharian bahkan hingga larut malam seperti ini mereka masih membanting tulangnya untuk bekerja, bayangkan saja jam satu malam mereka sibuk dengan dagangannya, membawanya kesana kemari dengan kerja kerasnya paling paling untungnya juga tidak banyak, berbeda sama anda yang harus duduk dikereta dengan manis dan membawa lamunan dengan merokok, terkadang saya heran dengan orang yang suka merokok, sudah jelas di undang undang pemerintah ada larangan tidak boleh merokok di tempat umum, sekarang pertanyaannya apakah kereta api itu tempat pribadinya dia, seenaknya saja dia melakukan hal seperti itu, jelas jelas asap yang dia keluarkan jauh lebih berbahaya dari pada asap yang dia hirup, seharusnya di tempat tempat umum itu harus tertulis “ dilarang mengeluarkan asap rokok, dan silahkan telan asap rokok anda ” hehe.

“ Bang boleh di matikan rokoknya ” , Jannu “ oiya maaf ya dek ” segera rokoknya di matikan. Duduk di samping seorang ibu yang cantik dan usianya masih cukup muda, “ sendirian bu ? ” Jannu mengajaknya berbicara “ iya sendirian ” Jannu bertanya lagi “ ibu mau pergi kemana ? ” ibu itu menjawab akan pergi ke jakarta untuk melupakan semua kenangan pahitnya. Lama bercerita ternyata ibu itu adalah salah satu korban dari perselingkuhan laki laki bejat. Saya berani mengatakannya bejat, bayangin saja hati perempuan mana yang harus rela melihat suaminya menikah dengan perempuan lain, sekalipun itu dengan cara yang halal, atau mungkin saat harus membayangkan suaminya tidur dan menikmati tubuh wanita lain yang dia selingkuhi. Tidak banyak seh, di Indonesia bapak bapak yang selingkuh dengan wanita wanita lain yang masih muda dan cantik, paling paling sekitar 90% saja diantara orang orang yang sudah menikah di Indonesia. Saya teringat Teteh seorang istri yang masih selalu tersenyum melihat suaminya menikah lagi, biasanya di sebut dengan poligami, dengan alasan suaminya menikahi seorang janda, yang miskin dan butuh perhatian, tetapi lihat saja janda itu, janda itu masih cantik dan muda, saya saja misalakan di suruh menikahinya tidak mau, maksudnya tidak mau menolak. Saya tidak bisa membayangkan kalau saja suaminya itu melihat janda janda yang lain dan mau menikahinya, mungkin dengan janda yang sudah tua renta, atau dengan janda gendut yang seluruh tubunya hitam serta panuan, atau mungkin dengan janda yang saat itu terkena penyakit kelamin, nah saat itulah saya berani menyebutnya dia dalam koridor yang benar. Apa dia tidak sadar dengan kecerdasan dan kelembutan tutur katanya di public ternyata malah merobek hati istrinya sendiri, coba deh misal teteh istrinya itu berani durhaka sedikit dengan suaminya, pastinya dia akan lari dari rasa sakitnya itu. Saya tidak melarang orang untuk berpoligami, dan saya juga tidak menyalahkan adanya poligami, yang jelas saya hanya tidak menerapkan poligami pada diri saya sendiri, saya takut kelak istri yang saya cintai harus menderita hatinya karena sudah terlukai oleh pisau imam dalam rumahnya. Lagian Nabi melakukan poligami itu pada saat istri pertamanya sudah meninggal, nah kalau pengen cepet poligami di bunuh saja istri pertama anda terlebih dahulu, itu kata Ust Fahrurozzi ketua IKADI jawa tengah Cie cie ehm ehm.

Sambil menangis perempuan itu bercerita, kalau dulu dia kenal sama Om Bram yang katanya belum menikah, dari hal tersebut ibu itu mulai bisa tenang dengan Om Bram dan semakin dekat dengannya. Layaknya seoarang satria dari gua hantu, eh salah maksudnya si buta dari gua hantu, Om Bram terus mendekati dan memberikan perhatiannya ke Ibu itu. Dia merasa nyaman ketika Om Bram ada disampingnya, beberapa bulan dia juga berpacaran dengan Om Bram, namun selang beberapa lama dia tahu kalau Om Bram sudah menikah dan punya dua anak, saat itulah Ibu tadi tidak mau melanjutkan hubungannya, tetapi jurus Om Bram mampu meluluhkan hati Ibu tadi, Om Bram bilang, kita harus menikah karena Om benar benar cinta sama kamu, atau kalau tidak kita masuk ke mobil dan terjun kejurang bersama, atau Om saja yang harus terjun sendirian. Mendengar hal itu ibu tadi tidak bisa berbuat apa apa dan akhirnya dia menikah siri dengan Om Bram, nikah siri itu apa jangan Tanya ke saya ya ? hehehe

Selang beberapa tahun Ibu tadi dikaruniai satu anak, dia sering berada di rumah kontrakannya sendiri, karena Om Bram harus berkunjung kerumahnya juga untuk menemui istri pertamanya termasuk juga anak anaknya, tidak lama kemudian Istri pertama Om Bram mengetahui kalau suaminya nikah lagi, pada saat itu dia segera mencari siapa wanita yang sudah mengganggu kehidupan rumah tangganya, setelah di telusuri akhirnya dia tahu rumah kontrakan istri ke dua dari Om Bram, pertarungan besar di mulai, kata kata dari istri pertamanya sungguh dahsyat ke hebatannya, sampai sampai mengeluarkan jurus ular, macan, singan, srigala dan belalang. Ibu tadi begitu sakit menderita hal itu, menurut saya wajar istri yang pertama marah marah karena hatinya juga tersakiti, tetapi yang lebih pantas dia marahi harusnya buaya yang senantiasa merayu dirinya sendiri, siapa lagi kalau bukan Om Bram. Setelah istri pertama Om Bram mengetahui apa yang di rahasiakannya, sikap Om Bram mulai berubah terhadap istri ke duanya, kini mulai jarang mengunjungi rumah kontrakan, setiap kedatangannya hanya sekedar ingin memuaskan nafsunya untuk tidur bersama, terkadang dia juga sering memukuli, melempar Hp tanpa alasan yang jelas, tetapi beruntungnya dia masih mendapatkan jatah bulanan untuk hidup dia dan anaknya. Tak seberapa penderitaan yang harus di alaminya saat Istri pertama datang ke kontrakan lagi bersama suaminya untuk menceraikan dia. Setelah di ceraikan Om Bram diam begitu saja melihat ibu itu yang harus keluar dari kontrakannya.karena kejadian inilah Ibu tadi pergi ke Jakarta untuk melupakan masa pahitnya dan membuka lembaran baru.

“ Terus anaknya sekarang dimana bu ? ” sekarang anaknya dititipkan di orang tuanya di desa, dan ibu tadi berjanji akan memberikan nafkahnya setelah mendapatkan pekerjaan di Jakarta, Ibu itu ternyata akan bekerja di perusahaan terkenal di Jakarta, dia juga sarjana dan lulusan terbaik dalam kulyahnya dulu, nah itu lihat sarjana saja bisa tertipu oleh cintanya Om Bram apalagi yang belum sarjana, hati hati ya ? sudah ibu tenang saja, yang sabar untuk menyikapi hal tadi, lagian ibu juga masih muda dan juga cantik kok, pasti nanti dapat yang lebih baik kata terakhir dari pemuda itu sebelum mereka turun dari kereta yang sudah sampai di stasion senen, “ amin ” jawab Ibu itu sambil tersipu malu, ehm ehm ehm sekarang yang di puji Ibu Ibu wkwkwkwkwkwk. La terus gimana apa harus di bilang ibu itu masih ganteng..!! andai ibu itu masih muda pasti sudah saya nikahi dia, saya hanya ingin membahagiakanya seperti Nabi mencintai istrinya, saat di rumah tidak ada makanan maka Nabi hanya tersenyum dengan mengatakan saya akan berpuasa saja, di saat Nabi pulang malam dia tidak mau mengetuk pintunya karena kasihan terhadap istrinya yang sudah tertidur dan Nabi pun tidur di teras rumah, saya sempat menangis mendengar kisah nabi terhadap istrinya, rindu padamu ya rosul, semoga sholawat senantiasa tercurahkan untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar